
IBC, BUTON – Konflik antarwarga Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya pada Rabu 5 Juni 2019 kemarin pagi menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan terbakarnya 87 rumah warga di dua desa tersebut.
Saat ini aparat Kepolisian Aderah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) masih mengejar provokator terjadinya pengrusakan dan penganiayaan di Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.
Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart mengatakan penyidik sedang mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap pelaku pembakaran rumah dan penganiayaan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa tersebut.
“Prioritas menenangkan warga agar tidak terhasut informasi yang meresahkan . Polisi bekerja mengumpulkan bukti, termasuk mengorek informasi dari saksi yang menyaksikan peristiwa memilukan tersebut,” kata Goldenhart di Kendari, Kamis (6/6/2019) malam.
Baca juga :
- Tindak Tegas Pelaku Penembakan di Papua Tanpa Pandang Bulu
- Kepolisian Mulai Usut Kerusuhan 21-22 Mei 2019
- Mudik Lancar, Malah Relawan Jokowi Bilang Begini!
Menurut Goldenhart konflik antarwarga Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya dipastikan ada oknum pelaku yang harus bertanggungjawab.
“Setiap peristiwa pasti ada yang melatarbelakangi. Polisi dibantu masyarakat sedang merangkum bukti-bukti untuk mengungkap siapa oknum provokator dan pelaku pengrusakan rumah warga hingga pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia.” ungkapnya.
Goldenhart menambahkan saat ini personel gabungan TNI dan Kepolisian dikerahkan untuk meredam konflik antarwarga dua desa di Kecamatan Siontapina, Kabupaten Buton, Sultra.
“Situasi sudah kondusif. TNI-Polri bersama pihak terkait bersinergi meredam keselahpahaman warga dua desa,” kata Goldenhart.
Baca juga :
- Jan Ethes Ikut Sapa Masyarakat di Yogyakarta
- Duapoli Sebabkan Harga Tiket Pesawat Mahal
- Mohon Hentikan Fitnah ke Partai Demokrat dan Keluarga SBY
Dirinya menjelaskan korban meninggal dunia dari pertikaian itu ada satu orang dan dua orang luka-luka karena disasar busur dan senjata tajam parang.
“Kami imbau warga yang bertikai untuk menahan diri. Kepolisian, TNI serta pemerintah daerah terus berupaya membangun rekonsiliasi demi kepentingan dan keselamatan warga.” jelasnya..
Berdasarkan informasi yang dihimpun penyelidik di lapangan bahwa motif konflik yang mengakibatkan 87 rumah terbakar adalah sekelompok pemuda Desa Sampuabalo menggelar konvoi kendaraan bermotor serangkaian malam takbiran Idul Fitri memancing ketersinggungan warga Desa Gunung Jaya.
Kesalahpahaman warga dua desa berlanjut keesokan harinya atau seusai shalat Idul Fitri hingga terjadi pembakaran puluhan unit rumah warga setempat.
Penulis : Fotra
Editor : YES
from Indonesia Berita http://bit.ly/2QRelPk
via gqrds

Tidak ada komentar:
Posting Komentar