Mendikbud Tekankan Pentingnya Standar Internasional Dalam Pendidikan di Indonesia - Berita Indonesia

Berita Seputar Kejadian Peristiwa yang Terjadi Di Tanah Air Indonesia NKRI

Copyright BERITAINDONKRI

Hot

Post Top Ad

Senin, 08 Juli 2019

Mendikbud Tekankan Pentingnya Standar Internasional Dalam Pendidikan di Indonesia

IBc, JAKARTA – Sejalan dengan upaya percepatan pembangunan pendidikan Indonesia, dibutuhkan sebuah standar yang berlaku nasional. Standar yang dikeluarkan oleh Programme for International Student Assessment (PISA) menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pendidikan yang dipakai oleh berbagai negara.

Dalam rangka memberikan pemahaman kepada publik dan pemangku kebijakan mengenai pentingnya studi mengenai PISA, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) menyelenggarakan Seminar on PISA: Assessing 21st Century Skills.

“Saya berharap seminar ini bisa membawa manfaat yang banyak untuk para guru yang hadir agar memiliki pemahaman yang utuh tentang PISA karena di media massa terutama, selama ini kalau kita bicara tentang PISA di masyarakat, Indonesia berada di posisi paling bawah dibanding negara-negara tetangga seperti Singapura dan Vietnam. Hal itu menebar perasaan pesimis terhadap masa depan pendidikan Indonesia,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Diakui Mendikbud, hasil PISA yang diperoleh Indonesia memang masih berada di bawah negara-negara Asia Tenggara lainnya. Namun, hal ini diakibatkan oleh adanya disparitas antara Indonesia dengan negara lain tersebut sehingga harus ada perbedaan pendekatan yang diambil.

“Kualitas hasil dari tes PISA di antara negara-negara yang populasi siswanya yang kecil dibanding indonesia yang populasinya besar, yang paling kontras itu perbandingan dengan Singapura yang berada pada papan yang paling tinggi, sedangkan kita di papan yang hampir paling bawah,” ucapnya.

Lanjut Mendikbud, orang Indonesia yang awam hanya tahu itu saja. Mereka tidak tahu kalau Singapura jumlah siswanya tidak sampai 2 juta sementara kita punya 51 juta siswa. Ini yang diambil adalah sampel. Singapura merupakan negara yang bentuknya hanya kota saja sedangkan Indonesia merupakan negara kepulauan yang luar biasa, dimana disparitasnya juga luar biasa baik secara spasial maupun struktural.

“Spasial itu artinya karena wilayah, struktural karena kebijakan. Pemerintah juga hanya bisa melakukan intervensi pada batas-batas yang sangat tidak memungkinkan untuk meliputi ke semua yang ada,” jelas Muhadjir.

Sambung Mendikbud, pendidikan Indonesia harus memiliki standar dan salah satu standar yang diharapkan adalah standar internasional. Oleh karena itu, jika Indonesia ingin menetapkan strategi internasional tidak mungkin tanpa memutuskan lembaga mana yang akan dijadikan mitra sebagai patokan.

“Kita sudah memutuskan bahwa PISA kita anggap cukup kredibel karena telah mendapat pengakuan yang sangat luas di dunia, maka kita menggunakan PISA untuk standarisasi internasional kita. Ujian Nasional kedepannya menggunakan standar internasional yaitu standar PISA.

Ia juga menegaskan, “kita bisa saja mengabaikan standar internasional tetapi nanti kita tidak tahu posisi kita dalam masyarakat internasional. Itulah manfaat dari kita bermitra dengan lembaga internasional yaitu untuk membangun indonesia kedepan,” tutur Mendikbud.

Usai membuka seminar, dalam pernyataannya kepada awak media, Mendikbud mengatakan bahwa sekarang dalam sistem pendidikan di Indonesia sudah mulai dikenalkan standar PISA. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pertanyaan yang bersifat High Order Thinking Skills (HOTS).

Selain itu, Mendikbud juga menyampaikan yaitu akan ada tes yang berkaitan dengan karakter atau disebut dengan social skill.

“OECD menyampaikan apresiasi,
program pendidikan karakter yang kita selenggarakan dan sekarang menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan oleh mereka untuk nanti masuk ke dalam bagian dari tes PISA,” imbuhnya.

Mengenai hasil tes PISA terdahulu dimana Indonesia masuk dalam papan bawah, Mendikbud menjelaskan bahwa hasil tes tersebut ditunjukkan pada tahun 2015 sedangkan PISA yang akan datang, belum diketahui hasilnya.

“Hasil tes PISA itu sebelum pemerintahan sekarang. Nanti akan kita lihat hasilnya tahun ini seperti apa. Apakah sudah ada perubahan? Perubahannya naik atau turun? Kalau naik apakah signifikan atau tidak? Nanti terjawab bulan Desember,” pungkas Mendikbud.

Seminar PISA ini diikuti oleh para pejabat di lingkungan Kemendikbud, para pengamat pendidikan, serta para guru yang mendaftarkan diri secara daring untuk mengikuti seminar yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia.

Editor : Jum



from Indonesia Berita https://ift.tt/2XSkIIb
via gqrds

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad