
IBC, SUMSEL – Setelah lama dinantikan dua tokoh Nasional Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang berkompetisi pada pemilihan presiden di 17 April lalu akhirnya bertemu pada hari ini. Sabtu.(13/7/2019)
Menanggapi pertemuan tersebut ketua Presedium Perhimpunan Pancasila Sumatera Selatan (Sumsel) Hadi Yatullah
merespon positif sebagai bentuk peredaman tensi politik yang sempat memanas akhir-akhir ini.
“Ya bagus, ini moment yang di nanti-nanti untuk menghentikan polarisasi politik yang terjadi selama ini di tatanan bawah” ujar Hadi saat di hubungi Indonesia Berita melalui telpon seluler, Sabtu (13/7/2019) malam ini.
Bung Hadi panggilan akrabnya juga menyampaikan bahwa rekonsiliasi kedua tokoh nasional sudah sewajarnya terjadi pasca perhelatan lima tahunan tersebut, guna menyatukan kembali blok yang sempat terbelah sehingga bisa meminalisir pihak ke tiga yang ingin memecahbelah bangsa.
“Pertemuan itu, bisa meminalisir kelompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa dan mengadu domba antar pendukung untuk memecahbelah persatuan nasional demi kepentingan kelompok yang memanfaatkan momen politik kita” tambahnya.
Hadi juga menyinggung bahwa pertemuan antar dua tokoh nasional tersebut bukan hanya sebatas seremonial belaka, melainkan harus menjadi kekuatan membangun bangsa bersama untuk kepentingan rakyat.
“Harapannya pertemuan tersebut harus dibarengi dengan niat sama-sama bangun bangsa, Pak Prabowo dengan Gerindranya teruslah menjadi media keritis pemerintahan guna untuk bersama-sama bangun bangsa tanpa oposisi tentu tidak ada kestabilan dalam jalannya pemeintahan, karena tidak ada yang mengingat melalui parlemen.” ungkapnya.
Selanjutnya Hadi menambahkan bahwa pertemuan tanpa dilandasi dengan persatuan untuk membangun bangsa bersama, sama dengan omong besar tanpa isi.
“Kepentingan Bangsa harus di atas dari kepentingan kelompok kecil.” tutup aktivis asal Musi Rawas Utara tersebut.
Penulis : Fitra
Editor : YES
from Indonesia Berita https://ift.tt/2xNGk9Q
via gqrds

Tidak ada komentar:
Posting Komentar