
IBC, BANDA ACEH – -Dua maskapai penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier ( LCC ) yang ada di Indonesia Citilink dan Lion Air, menurunkan harga tiket hingga 50 persen dari tarif batas atas (TBA), sangat disayangkan penurun harga tiket tersebut tidak merata, salah satunya Aceh.
Kebijakan kedua maskapai tersebut dinilai sangat mengecewakan masyarakat Aceh, ada apa dengan Aceh. karena sampai hari ini penerbangan dari dan ke Aceh masih tergolong mahal yang dilakukan kedua maskapai penerbangan tersebut.
“Masyarakat Aceh sangat kecewa karena penurunan harga tiket baik Lion Air maupun Citilink tidak sampai ke Aceh. kekecewaan tersebut jangan berdampak negatif terhadap perkembangan politik yang sedang terjadi, karena yang merasakan dampak tersebut adalah masyarakat,” kata sekretaris Aksi Kesetiakawanan Sosial Indonesia Raya (AKSIRA) Provinsi Aceh, Chaidir, Jumat (12/7/2019).
Selanjutnya Chaidir menyampaikan situasi politik yang masih belum stabil setelah pasca pemilu dengan adanya penerapan kebijakan yang disparitas tidak bisa dibiarkan karena dapat berdampak pada aspek psikologi terkait kepercayaan publik terhadap pemerintah selaku penguasa. Terlebih lagi Citilink yang merupakan anak cabang dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia, yang mana kita sama sama mengetahui cikal bakal lahirnya Garuda Indonesia dari rakyat Aceh.
“Adanya kebijakan disparitas berpotensi bertambahnya kekecewaan bahkan ketidak percayaan masyarakat kepada pemerintah. Mengapa ada pembedaan kebijakan terhadap Aceh ? Menurut saya perlu adanya tangapan yang cepat bagi penguasa karena sesuatu yang sangat aneh dan semestinya tidak terjadi.” ungkapnya.
Ditengah mahalnya harga tiket untuk maskapai Indonesia, masyarakat Aceh diuntungkan dengan adanya maskapai AirAsia. Ia menambahkan ditengah tingginya harga tiket maskapai di Indonesia AirAsia masih melayani penerbangan dengan harga tiket yang terjangkau.
“Masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dari Aceh ke Jakarta. menempuh jalur Aceh – Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur – Jakarta dengan harga yang lebih murah bahkan setengah dari harga maskapai nasional kita. Hal ini sedikit banyak akan mengurangi rasa nasionalime kita karena harus ramai ramai ke ibukota negeri orang dulu baru kembali ke ibukota negeri sendiri.” tambah Chaidir.
Bahkan banyak penumpang yang bermalam di Kuala Lumpur sambil jalan-jalan dulu membelanjakan uangnya baru berangkat ke Jakarta, yang merupakan tujuan utama.
Penulis : Chai
Editor : YES
from Indonesia Berita https://ift.tt/2JFxd0v
via gqrds

Tidak ada komentar:
Posting Komentar