
IBC, LANGSA – Kembali terjadi insiden hari ini (Kamis 4 Juli 2019 – red) pukul 13.00 Wib , kali ini di alami Mobil Dump Truck dengan Nopol BK 8333 YF bermuatan material tanah keras terguling hingga muatan material tumpah ruah ke dalam parit.
Kejadian ini disebabkan jembatan darurat mengalami patah di bagian tengah akibat beban muatan mobil dump truck yang tidak sesuai dengan daya tahan jembatan darurat tersebut.
Berdasarkan pantauan Indonesia Berita ketika tiba di lokasi kejadian, supir dump truck mengatakan tidak mengetahui kalau jembatan darurat tidak kuat menahan beban yang dibawanya.
“Saya dari Jalan Ahmad Yani terus masuk dari Gerbang jalan utama perumnas membawa material tanah untuk penimbunan rawa pada pembangun komplek perumahan di samping Sekolah Luar Biasa (SLB), tepatnya di depan Akper Cut Nyak Dhien, jujur saya katakan kalau saya memang tidak tahu jembatan darurat ini tak sanggup menahan beban yang saya bawa dengan mobil dump truck, setahu saya jembatan darurat itu kan pasti ada rambu-rambunya, berapa berat beban yang boleh di lalui kendaraan ketika melintas di atas jembatan.” ungkapnya.
Dirinya melanjutkan tidak akan menuntut cuma minta bantuan agar mobil dump trucknya bisa ditarik keluar.
“Saya secara pribadi tidak menuntut apa pun terkait kejadian ini, hanya saya meminta bantuan dari pihak rekanan untuk membantu saya, agar mobil dump truck ini bisa ditarik keluar dari atas jembatan darurat,soalnya jembatan darurat ini patah di bagian tengah ketika saya lalui, makanya mobil dump truck terguling ke samping, sekarang pun posisi bak sudah kosong, dikarenakan material tumpah semua ke dalam parit, saya bingung saat ini,tidak ada satu orang pun pekerja proyek di sini.” jelas supir dengan cemas kepada Indonesia Berita dilokasi.
Terkait insiden tersebut, PPTK proyek Iskandar lewat telepon selularnya mengatakan sydah mengetahui kejadianya tapi tidak bisa ke lokasi karena sedang sakit.
”Ya saya sudah tahu kejadian ini,akan tetapi posisi saya saat ini sedang sakit, jadi saya tidak bisa ke lokasi,tadi saya juga sudah menghubungi Kabid Cipta Karya serta Consultan pengawas untuk tinjau ke lokasi kejadian, yang herannya saya kenapa tetap di lintasi,kan bebannya terlampau berat,sudah tampak jelas jembatan daruratnya kecil,sementara beban yang akan melintas terlampau berat.” tukas Iskandar kepada Indonesia Berita lewat telepon selulernya.
Terkait akan hal ini warga sekitar juga angkat bicara terkait kejadian ini,
“Eksiden di jembatan darurat ini sudah berulang kali,kemarin itu dua orang perempuan mengendarai sepeda motor tergelincir dari atas jembatan darurat,kedua perempuan beserta sepeda motornya langsung tercebur kedalam parit,kalau mobil sih sudah yang ke empat kalinya dengan hari ini”, terang salah seorang warga kepada Indonesia Berita.
Di tempat yang sama Indonesia Berita juga menjumpai salah satu perangkat Gampong (kampung – red) PB. Seulemak yang berada di lokasi mengatakan agar pihak terkait melaksanakan proyek ini agar lebih memikirkan kepada keselamatan peguna akses jembatan darurat ini.
“Setelah berulang kali eksiden yang terjadi terkait pelaksanaan proyek pembuatan Box Culvert yang sedang dilaksanakan ini, mengapa pihak-pihak terkait tidak melakukan atau berbuat yang lebih bijak agar exsiden hari ini tidak seharusnya terjadi lagi. Saya mewakili seluruh warga atau seluruh penguna akses jalan utama perumnas ini meminta kepada pihak-pihak terkait yang melaksanakan proyek ini agar lebih memikirkan kepada keselamatan peguna akses jembatan darurat ini, janganlah memandang sebelah mata dengan kejadian-kejadian ini karna bisa berakibat fatal dengan menelan korban jiwa nantinya.” jelas salah satu peeangkat Gampong.
Seharusnya, menurut dirinya perencanaan pembuatan Box Culvert ini harus lebih matang agar eksiden yang selama terjadi tidak seharus berulang secara terus menerus,misalnya lengkapi rambu-rambu di sekitar proyek atau langsung di tutup saja akses jalan ini untuk sementara sampai selesainya pekerjaan proyek ini.
“Masih banyak akses jalan lainnya untuk digunakan agar nantinya kedepan tidak terulang lagi,mumpung belum ada menelan korban jiwa.” tambahnya di lokasi kejadian.
Sebelumnya tanggal 22 Juni 2019 media Indonesia Berita juga menayangkan insiden jatuhnya warga kedalam parit jalan Utama Perumnas.
Penulis : Iqbal
Editor : YES
from Indonesia Berita https://ift.tt/2YwD9PP
via gqrds

Tidak ada komentar:
Posting Komentar