
IBC, SUBULUSSALAM – Gerakan Aliansi Masyarakat Pemuda Sultan Daulat menolak terkait rencana Pembangunan Listrik Tenaga Air (PLTA) oleh Perusahaan PT. Adein-Yundai
Selang beberapa hari orasi d kantor wali kota Subulussalam, kini hadir lagi penolakan pembangunan PLTA yang mengatas nama kan Aliansi Masyarakat Tolak PLTA Lae Soraya.
“Para pemuda dan seluruh masyarakat mengelilingi Desa Gelombang membawa spanduk penolakan dan membubuhkan tanda tangan yang mulai kami gecarkan pada hari ini,” ucap Izal Barat dalam orasinya, Senin (22/7/2019).
Izal menegaskan aksi ini nantinya ke Kota subulussalam dan juga pada hari ini kami mensosialisasikan dampak negatif apabila bendungan PLTA bocor.
“Kami bersama rekan-rekan aliansi Peduli Cinta Masyarakat dan Lingkungan sosialisikan lewat orasi dan membagikan selebaran tentang bahaya negatifnya ke masyrakat terkait PLTA apabila bendungan hancur dampak terburuknya kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Selanjutnya Izal Barat bersama Aliansi menolak rencana Pembangunan PLTA di sungai Lae Souraya.
“Atas nama Aliansi Masyarakat Tolak PLTA tetap pada pendiriannya menolak kerae atas pembangunan PLTA,” ucapnya dengan lantang.
Dirinya kembali menegaskan untuk apa pemerintah kota Subulussalam undang investor PLTA sementara kita belum membutuhkan sama sekali.
Sekarang kehidupan masyarakat makin susah alangkah baiknya Pemerintah Subulussalam menggenjot penghasilan warganya sprti menaikakn timbangan sawit (TBS) kelapa sawit dari pada ngurusin PLTA ini mengingat turunnya Harga TBS di bawah tak kira.
“Lagi pula ada kok rencana yang kami dengar akan di bangun pabrik minyak goreng. Lebih bagus itu” biar harga sawit meningkat ke sejahtraan Masyarakat,” pungkas Izal Barat.(
Penulis : Junaidi Capah
Editor : MAS
from Indonesia Berita https://ift.tt/30VrNW3
via gqrds

Tidak ada komentar:
Posting Komentar