
IBC, PELALAWAN – Pemerintah Kecamatan Bandar Seikijang Kabupatem Pelalawan Provinsi Riau lakukan sholat Istighosah setelah sebelumnya beberapa kecamatan didaerah lain telah lebih dulu lakukan sholat meminta hujan tersebut.
Bukan tanpa alasan beberapa daerah di provinsi Riau, khususnya kabupaten Pelalawan melakukan sholat munajat tersebut. Musibah kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) yang menyebabkan ribuan korban terjangkit Inspeksi Saluran Pernapasan (ISPA) menjadi salah satu alasan para kepala daerah menggencarkan sholat Istighosah itu.
Acara yang dilakukan pada hari Rabu (14/8/2019) sejak pukul 08.00 wib tadi melibatkan seluruh perangkat pemerintahan tingkat kecamatan sampai desa, Jajaran Polsek Bandar Seikijang, KNPI kabupaten Pelalawan dan siswa-siswi SMK 1 Seikijang serta masyarakat sekitar.
Tampak yang hadir dalam acara tersebut Camat Bandar Seikijang Wazarman, lurah Seikijang Yasri Budu, kepala desa Lubuk Ogung Triono, Ketua KNPI kabupaten Pelalawan Adi Sukemi, siswa-siswi SMK 1 Seikijang dan Masyarakat.
Dalam kesempatan itu ketua KNPI, Adi Sukemi mengharapkan ihtiyar yang telah dilakukan seluruh instansi pemerintahan, baik dengan pemadaman langsung di lokasi kebakaran, juga dengan melakukan munajat kepada Tuhan yang maha esa, semoga Allah turunkan hujan yang deras.
“Semoga bentuk ihtiyar ini, baik pemerintah dan instansi terkait. Dan kami bersama masyarakat melakukan sholat Istighosah bisa menembus langit agar Allah turunkan hujan biar api segera padam.” Harap Adi Sukemi kepada biro Indonesia berita ketika ditemui usai sholat Istighosah di Seikijang pada Rabu (14/8/2019) pagi.
Derita asap yang menimpa masyarakat pelalawan memang menjadi atensi serius bagi semua pihak. Untuk itu dirinya mengajak masyarakat dan pemerintah sama-sama menjaga lingkungan sekitar, agar tidak terulang kembali persoalan yang sama.
Sehari pasca turunnya rombongan dari Kapolri, Panglima TNI, menteri KLHK, dan kepala BNPB di kabupaten Pelalawan tidak berdampak banyak untuk pengetasan Karhutla. Dari data jaringan masyarakat gambut Riau (JMGR) wilayah pelalawan masih ada sekitar 4 titik Hotspot dengan pemantauan menggunakan Satelit Aqua dan Nooa.
Editor : MAS
from Indonesia Berita https://ift.tt/2OVppNZ
via gqrds

Tidak ada komentar:
Posting Komentar