"Ini yang saya maksud kata-kata sontoloyo dan genderuwo adalah penilaian kegagalan identifikasi dari pemerintah, sebenarnya sumbernya itu dari pemerintah atau pemimpinnya. Jadi seperti menepuk air, terpicik ke muka sendiri," ungkap Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (9/11).from Merdeka.com https://ift.tt/2JR48yJ
via gqrds

Tidak ada komentar:
Posting Komentar