Post Top Ad
Rabu, 26 Juni 2019
Selasa, 25 Juni 2019
Waduh…Kadisdik Riau Gagal Paham Permendikbud 75 Tahun 2016

IBC, RIAU – Telah beredar dikalangan wartawan isi laporan melalui whatsapp Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau, Rudianto kepada Wakil Gubernur Provinsi Riau Edi Natar Nasution belum lama ini.
“Ass Pak Wagub, saya sudah kordinasi dengan Kepsek SMA 1 Penghentian Raja. Berdasarkan keterangan Kepseknya memang benar ada sumbangan sebesar Rp 503.000 untuk pembelian komputer sebanyak 45 unit untuk pelaksanaan UNBK, bantuan dari Propinsi 23 unit sedang siswa yang mengikuti UNBK 190. Karena kekurangan tersebut pihak komite sekolah berinisiatif membantu, lalu mereka rapat dengan seluruh wali murid. Lahirlah keputusan untuk membantu membeli 45 unit komputer tersebut, dengan terali serta gorden untuk pengamanan dan ada notulen rapat dan daftar hadir wali murid dan wali murid tidak ada yang keberatan karena ini inisiatif komite bukan sekolah. Laporan kronologis tertulis serta notulen dan daftar hadir serta foto komputer dan ruangan segera besok saya naikkan ke bapak. Demikian laporan saya, mohon arahan selanjutnya
.” inilah isi laporan Rudianto yang disampaikan melalui WhatsApp pribadinya kepada Edi Natar Nasution Wakil Gubernur Riau baru-baru ini.
Dalam laporan tersebut diatas, Rudianto terkesan dan atau diduga gagal paham akan Permendikbud 75 tahun 2016 serta diduga legalkan dugaan tindakan pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan pihak sekolah melalui Komite.
Wartawan Indonesia Berita mencoba lakukan konfirmasi langsung kepada Rudianto melalui telepon seluler pribadinya, untuk mempertanyakan apakah sekolah melaluii Komite Sekolah dibenarkan lakukan pemungutan terhadap seluruh siswanya sebesar Rp 503.000/siswa secara ‘ Flat ‘ (sama), tanpa mempertimbangkan ekonomi siswa dan atau masyarakat miskin dan atau tanpa melakukan subsidi silang?
Serta mempertanyakan apakah dalam pelaksanaan UNBK siswa dapat dibebankan biaya sebesar Rp 503.000/siswa untuk seluruh siswa didiknya berjumlah 470 siswa didik? Apakah bagi sekolah yang belum dapat melaksanakan UNBK wajib melaksanakannya hingga siswa dibeban biaya sebesar Rp 503.000/siswa untuk pembelian Komputer agar pelaksanaan UNBK dapat terlaksana?
Kemudian bagaimana dengan kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan Ujian akhir yang dapat dilaksanakan secara manual (UNKP)?
Hingga berita ini ditayangkan, Kadisidik Provinsi Riau Rudianto lebih baik memilih bungkam/diam.
Sementara saat dikonfirmasi via WhatsApp pribadinya tidak dapat dilakukan, dikarenakan Rudianto lakukan pemblokiran WhatsApp wartawan Indonesia Berita setelah menerima link pemberitaan akan dugaan pungutan liar yang diduga telah dilakukan SMA Negeri 1 Perhentian Raja Kabupaten Kampar.
Penulis : Ismail
Editor : YES
from Indonesia Berita https://ift.tt/2X57tUV
via gqrds
Ini 3 Solusi HIWACANA IPB atas Tidak Stabilnya Harga Ayam

IBC, BOGOR – Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Nutrisi dan Pakan Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (HIWACANA-IPB) Andri Cahya Irawan mengatakan, harga ayam potong hidup (live birds) mengalami penurunan drastis Rp 7.000 per kilogram (kg) efek dari oversupply Day Old Chicken (DOC)
“Harga tersebut merupakan harga pembelian pedagang dari peternak, sementara di pasar Harga Pokok Penjualan (HPP) yaitu Rp. 29.000 – 30.000/kg. Hal ini menyebabkan peternak mengalami kerugian,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya. Selasa, (25/6/3019).
Melihat rangkaian peristiwa waktu yang dimulai dari bulan September 2018 hingga bulan Juni 2019, artinya selama 10 bulan peternak mengalami kerugian bahkan ada yang gulung tikar.
“Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2019, Kementerian Pertanian (Kementan) menawarkan solusi melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) untuk menjaga stabilitas harga ayam,” tambahnya.
Mengutip pemberitaan tabloidsinartani.com (05/3) ada 7 poin solusi yang ditawarkan Kementan yaitu : 1). Mulai 1 Maret 2019 Ditjen PKH mewajibkan integrator menyampaikan produksi DOC setiap bulan melalui pelaporan online, termasuk tujuan pendistribusiannya;
2). Ditjen PKH meminta pelaku usaha integrator meningkatkan serapan karkas di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) untuk ditampung dalam cold storage sebagai cadangan;
3). Ditjen PKH mengimbau peternak untuk tidak menjual ayam segar melainkan ayam beku, ayam olahan, ataupun inovasi produk lainnya dengan tujuan harga di peternak (farm gate) dapat segera kembali normal;
4). Ditjen PKH mengatur kebijakan dari aspek hulu yaitu dengan pengaturan bibit ayam, pengaturan mutu benih bibit yang bersertifikat, menyeimbangkan supply-demand dalam hal pengaturan impor Grand Parent Stock;
5). Pemerintah mengintruksikan Dinas Provinsi, Kabupaten/Kota dan seluruh Pejabat Fungsional Pengawas Bibit untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Permentan No. 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras;
6). Pemerintah membentuk tim analisa dan tim asistensi serta tim pengawasan dalam mendukung pelaksanaan Permentan 32 Tahun 2017. Ditjen PKH bertanggung jawab menganalisis supply-demand ayam ras dan secara rutin, menyelenggarakan pertemuan antara peternak dengan pemerintah dan juga dengan para stakeholders ayam ras terkait; dan
7). Pemerintah meminta pedagang untuk ikut berperan menjaga kestabilan harga.
Sejak 1 Maret 2019 sampai detik ini upaya Ditjen PKH tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi kestabilan harga ayam.
“Melihat kondisi terkini kami mendukung sikap APAYO (Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta) dan PINSAR (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia) untuk membagikan 5.000 ekor ayam gratis sebagai wujud kongkrit protes dari peternak,” pungkas Andri.
HIWACANA-IPB menawarkan 3 langkah solutif untuk menyelesaikan permasalahan ini, yaitu :
1). Mendesak Kementan dan Ditjen PKH untuk memperketat peraturan terkait pola regulasi produksi Parent Stock, dengan cara peraturan pembatasan produksi telur Parent Stock oleh perusahan besar (korporasi), terutama sirkulasi mekanisme di hatchery yaitu saat telur di setter menuju hatcher;
2). Mewajibkan pelaku usaha untuk skala pemeliharaan ayam potong minimal 300 ribu ekor memiliki Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) sesuai amanah permentan no. 32; dan
3). Menuntut Ditjen PKH untuk responsif terhadap permasalahan yang dihadapi peternak ayam, karena pemerintah selalu lambat dalam mengambil keputusan.
Penulis : Ari
Editor : YES
from Indonesia Berita https://ift.tt/2J6NtYi
via gqrds
Semester I 2019, Realisasi Capaian Target Penerimaan Bea dan Cukai 45,81 persen

IBC, TERNATE – Terkait dengan progres Capaian target Kantor pelayanan Bea dan Cukai Ternate untuk penerimaan bea dan cukai tahun 2019 mencapai Rp 457.214.712.000.
Angka tersebut merupakan capaian target untuk tahun 2019 dengan realisasi untuk penerimaan bea masuk untuk bulan Mei 2019 sebesar Rp 5.000.000.000,- dan bea keluar sebesar RP 58.642.720.000,- sedangkan untuk jumlah total penerimaan bea dan cukai mencapai Rp 209.445.259,-.000 atau 45,81 persen.
Kepala seksi pelayanan kepabeanan dan cukai dan dukungan teknis Bea Cukai Ternate, Eko Budiyanto menjelaskan bahwa capaian target penerimaan bea dan cukai untuk tahun 2019 belum rampung sebab ini baru laporan untuk pengujung semester I dan masih tersisa beberapa hari lagi untuk kemudian masuk tahap semester kedua, namun untuk bea masuk sudah melampaui target.
“Bea masuk pada bulan Mei 2019 Rp 5.000.000.000 dan untuk bea keluar Rp 58.642.720.000 dan ini adalah jumlah penerimaan pada bulan Mei 2019 yang baru dilaporkan.” jelasnya kepada wartawan, Selasa (25/6/2019).
Menurutnya saat ini eksportasi yang dominan yakni dari sektor pertambangan dan perikanan sedangkan untuk sektor lainnya seperti perkebunan dan kehutanan belum sepenuhnya menggunakan fasilitas dokumen ekspor melalui Bea dan Cukai Ternate.
“Kami dari Bea dan Cukai Ternate sedang berusaha meningkatkan ekspor dengan melakukan inisiasi bersama Bank Indonesia dan pemprov dalam penandatanganan nota kesepahaman, melakukan FGD dan sosialisasi serta pendekatan kepada calon eksportir di Maluku Utara guna mendukung kegiatan eskpor di Malut.” tandas Eko.
Kedepan Eko menyebutkan akan ada ekspor berupa rempah-rempah yang sudah siap.
“Akan ada ekspor berupa rempah-rempah yang sudah siap antara lain fuli, kopra, cengkeh, rumput laut, dan kayu olahan.” tuturnya.
Lebih lanjut Eko berharap kepada pemerintah kota Ternate dan Pemprov Maluku Utara serta steakholder agar lebih mendukung lagi kegiatan ekspor di Maluku Utara.
“Sehingga dari sisi kuota yang dimiliki dari masing-masing perusahan seperti pada tambang bisa memperoleh kuota baru dan akhirnya ditahun anggaran 2019 bisa dicapai oleh Bea dan Cukai Ternate.” tutupnya.
Penulis : YN
Editor : YES
from Indonesia Berita http://bit.ly/2x96a87
via gqrds
DPD KPPPI Malut Resmi Laporkan Dugaan Kasus Penyalagunaan Kewenangan dan Inprosedural ke Ditkrimsus Polda Malut

IBC, TERNATE – Dewan Pimpinan Daerah Korps Pejuang Pemuda Pemudi Indonesia (DPD KPPPI), Provinsi Maluku Utara. Selasa (25/6/2019) kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Malut, sekaligus melaporkan dugaan kasus penyalagunaan kewenangan dan inprosedural dalam pemenangan tender sejumlah proyek dilingkup pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Ketua Umum DPD KPPPI Malut M Saifudin mengatakan telah terjadi penyalagunaan kewenangan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan meminta kepada Ditkrimsus Polda Malut agar segera melakukan penyelidikan.
“Pernyataan ini bukan bersifat opini namun menjadi bukti permulaan, ada beberapa paket tidak lulus tender, atau tidak masuk dalam kualifikasi, namun anehnya proyek itu lolos.” kata Amat sapaan akrab M Saifudin.
Selanjutnya Amat menjelaskan bahwa yang bersangkutan telah melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.
“Melalui PP NO 16 tahun 2018 tentang barang jasa konstruksi, sudah tentu menjadi dasar hukum kita untuk menegakan kebenaran.” jelasnya.
Tidak sampai disitu saja Amat juga mengungkapkan beberapa nama yang menjadi oknum dibalik dugaan kasus ini.
“Kami juga meminta kepada Ditkrimsus agar segera melalukan penyelidikan dan orang yang bertanggung jawab atas kasus ini adalah ketua biro unit layanan pengadaan (ULP) Provinsi Malut bapak Saifudin Djuba dan bapak Hasan Tarate sebagai pokja II.” ungkapnya.
Dirinya melanjutkan tidak ada alasan Ditkrimsus Polda Malut untuk menolak aduan kami.
“Kami berkesimpulan bahwa telah memenuhi syarat formil dan materil dan tidak ada alasan Ditkrimsus Polda Malut untuk menolak aduan kami.” sambung Amat.
Dari pantauan Indonesia Berita di lokasi setelah melakukan unjuk rasa, M Saifudin dan beberapa massa aksi langsung melaporkan secara resmi dugaan kasus penyalagunaan kewenganan tersebut.
Editor : YES
from Indonesia Berita http://bit.ly/2RzwUrE
via gqrds
Fenomena Suhu Dingin di Wilayah Dieng

IBC, JAKARTA – Menyikapi kondisi suhu dingin yang menyebabkan terjadinya fenomena embun beku di wilayah dataran tinggi Dieng dalam beberapa waktu belakangan ini.
“Kejadian kondisi suhu dingin tersebut merupakan fenomena yang normal.” ungkap Deputi Bidang Meteorologi Mulyono R. Prabowo melalui rilis resminya yang diterima Indonesia Berita di Jakarta. Selasa (25/6/2019).
Mulyono menjelaskan beberapa hari terakhir ini suhu udara di sebagian wilayah Indonesia selatan ekuator cukup.dingin.
“Beberapa hari terakhir suhu udara di sebagian wilayah Indonesia selatan ekuator, khususnya di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara, cukup dingin dan mengalami penurunan signifikan pada malam hari.” jelasnya.
Selanjutnya Mulyono menegaskan secara umum, kondisi suhu dingin ini terjadi sebagai akibat dari adanya aliran massa udara dingin dan kering dari wilayah benua Australia yang dikenal dengan aliran monsun dingin Australia.
Ia menambahkan secara klimatologis, monsun dingin Australia aktif pada periode bulan Juni-Juni-Agustus, yang umumnya merupakan periode puncak Musim Kemarau di wilayah Indonesia selatan ekuator.
“Desakan aliran udara kering dan dingin dari Australia ini menyebabkan kondisi udara yang relatif lebih dingin, terutama pada malam hari dan dapat dirasakan lebih signifikan di wilayah dataran tinggi atau pegunungan.” tegasnya.
Menurut Mulyono kondisi musim kemarau dengan cuaca cerah dan atmosfer dengan tutupan awan sedikit di sekitar wilayah Jawa-Nusa Tenggara dapat memaksimalkan pancaran panas bumi ke atmosfer pada malam hari sehingga suhu permukaan bumi akan lebih rendah dan lebih dingin dari biasanya.
Kondisi ini bertolak belakang dengan kondisi saat musim hujan atau peralihan, dimana kandungan uap air di atmosfer cukup banyak karena banyaknya pertumbuhan awan, atmosfer menjadi semacam “reservoir panas” sehingga suhu udara permukaan bumi lebih hangat.” ungkapnya.
Berdasarkan data pengamatan BMKG, Mulyono menyampaikam selama sepekan ini suhu udara lebih rendah dr 15 derajat Celcius tercatat di beberapa wilayah seperti di Frans Sales Lega (NTT) & Tretes (Pasuruan), suhu udara rendah terukur di Frans Sales Lega (NTT) hingga 9.2 derajat Celcius pd 15 Juni 2019
“Kondisi suhu dingin tersebut akan lebih terasa dampaknya seperti di wilayah dataran tinggi Dieng (Jawa Tengah) ataupun daerah pegunungan lainnya dimana pada kondisi ekstrim dapat menyebabkan terbentuknya embun beku atau frost.” tuturnya.
Dirinya memaparkan diorediksikan potensi suhu dingin seperti ini masih dapat berlangsung selama periode puncak musim kemarau.
“Diprediksikan potensi kondisi suhu dingin seperti ini masih dapat berlangsung selama periode puncak musim kemarau, Juni-Juli-Agustus, terutama di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara.” papar Mulyono.
Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui:
– call center 021-6546315/18;
– https://t.co/zRoJCUL02K ;
– follow @infobmkg;
atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
Penulis : Fitra
Editor : YES
from Indonesia Berita http://bit.ly/2NeTK9q
via gqrds
Senin, 24 Juni 2019
Masyarakat Berharap Inspetorat Periksa Kepala Desa Senebok Antara

IBC, LANGSA – Warga Senebok Antara Kecamatan Langsa Timur Kota Langsa mulai buka suara tentang adanya dugaan perangkat desa yang diangkat oleh Geuchik (kepala desa – red) tidak memiliki Ijazah SMA.
Seperti yang disampaikan salah seorang warga bahwa warga menduga kuat ada prangkat desa yang di angkat oleh Kepala Desa tidak memiliki Ijazah SMA.
“Kami selaku warga sudah sejak lama menduga bahwa ada prangkat desa yang di angkat oleh Kepala desa tidak memiliki ijazah SMA.” cetus warga yang minta namanya dirahasiakan kepada Indonesia Berita Biro Langsa, Senin (24/6/2019).
Menurut warga tersebu sesuai Permendagri 67 tahun 2017 salah satu syarat bisa diangkat menjadi perangkat desa minimal tamatan SMA atau sederajat.
“Oleh sebab itu kami selaku warga Senebok Antara meminta Inspektorat Kota Langsa meninjau kembali semua berkas persyaratan prangkat desa Senebok Antara, sehingga kita mengetahui apa semua prangkat desa memiliki ijazah SMA.” ungkapnya.
Selanjutnya warga tersebut menandaskan jika terbukti ada prangkat desa yang diangkat dan sudah di SK kan tetapi tidak melengkapi persyaratannya untuk mengikuti seleksi calon perangkat desa ,baik Kaur, Kasi dan Kepala Lorong.
“Sesuai Permendagri 67 tahun 2019, maka gaji yang diterima perangkat tersebut harus dikembalikan ke Negara dan kepala desa yang menerbitkan SK harus bertanggung jawab atas hal tersebut.” tandasnya.
Sementara Itu, Camat Langsa Timur Hendrik Soenandar mengatakan bahwa pihak Kecamatan Langsa Timur jauh sebelumnya sudah Konfirmasi dengan Geuchik yang bersangkutan, agar mengirimkan berkas perangkat desanya yang sekarang.Namun sampai sekarang berkasnya belum juga di kirim oleh Geuchik.
“Kita dari Kecamatan jauh sebelumnya sudah meminta konfirmasi dengan geuchik yang bersangkutan, dan meminta berkas perakat desa yang sekarang di kirimkan,Namun sampai saat ini kami masi menunggu geuchik mengirimkan berkas yang kami minta”,tulis Hendrik saat dimintai konfirmasinya oleh Indonesia Berita melalui pesan whatsapp-nya.
Bahkan tulisnya lagi, Pihak Kecamatan sudah memanggil secara resmi melalui Surat kepada Geuchik Senebok Antara,dan pada saat itu dia berjanji akan mengantarkan semua berkas prangkat Desa yang sudah di SK kan, tapi hingga saat ini berkas semua prangkat Desa Senenebok Antara belum sampai juga.
“Namun demikian Pihak Kecamatan terus melakukan pengawasan dan Pembinaan kepada seluruh Geuchik di ruang lingkup Kecamatan Langsa Timur agar dapat mengikuti aturan yang ada, sehingga dana desa tersebut dapat di salurkan tepat sasaran dan Para Geuchik terhindar dari jeratan hukum.” tandasnya.
Sebelumnya M.Ali.Usman selaku Geuchik Desa Senebok Antara pada saat dikonfirmasi Indonesia Berita sudah mengakui berkas prangkat desanya diseleksi sendiri tidak diverifikasi terlebih dahulu oleh kecamatan, sebelum diterbitkan SK nya. Dan Geuchik meyakini berkas perangkat nya lengkap.
“Ini bukan Toko. Sudah pasti ada berkasnya ,kalok tidak ada berkasnya mana mungkin bisa di angkat jadi prangkat Desa.” tandas Geuchik.
Jika benar berkas perangkat Desanya lengkap sesuai Permendagri 67 tahun 2017, mengapa begitu lama Geuchik menyerahkan ke pihak kecamatan.
Penulis : Iqbal
Editot : YES
from Indonesia Berita http://bit.ly/2Y9vqa1
via gqrds
HUT Bhayangkara KE 73, Pos Kamling Namo Buaya Dimeriahkan

IBC, SUBULUSSALAM – Dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-73 Polres Aceh Singkil-Subulussalam mengadakan perlombaan pos keamanan lingkungan (poskamling) dalam Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas), Senin (24/6/2019).
“Poskamling yang diperlombakan terlebih dahulu akan dikunjungi oleh personel Binmas untuk dinilai aspek bangunan, fungsi, kelengkapan, sarana dan prasarana, serta kesiapan petugas POS jaga dan lainnya,” ungkap Andreamus.
Kasat Intel AKP Andreamus sebagai Ketua Tim Penilai Pos Kamling mengatakan Poskamling memiliki banyak fungsi.
“Poskamling tidak hanya sebagai pos pengamanan di suatu permukiman, tapi juga sebagai tempat memberikan bantuan atau pertolongan pertama kepada warga,” katanya.
Camat Sultan Daulat Muliadi juga berharap jangan saja momen-momen tertentu dilakukan penjagaan tetapi untuk selamanya.
“Jangan hanya momen-momen tertentu dilakukan penjagaan tetapi untuk selamanya, dan linmas juga aktif dalam penjagaan di kampung masing masing.” harap Muliadi.
Ia juga mengharapkan pos ini mendapatkan penilian Nomor 1 di Kecamatan Sultan Daulat,
“Sesuai dengan nomor pos jaga nya 001 kampong Namo buaya.” harap Muliadi lagi.
Polsek AKP Dodi juga turut berterimakasih kepada masyarakat dan meminta agar mendapatkan peringkat pertama di kota Subulussalam dan Singkil di Kecamatan Sultan Daulat.
“Namo Buaya dapat menjadi prioritas.” pinta Dodi.
Begitu juga dengan Kepala Desa Rahmat Sagala meminta dari pihak Kepolisian baik itu dari segi masyarakat maupun dari segi pembangunan agar dapat memantau desanya.
“Agar pihak kepolisian dan masyarakat dapat memantau desanya.” pinta Rahmat Sagala.
Penulis : Junaidi Capah
Editor : YES
from Indonesia Berita http://bit.ly/31R8oXP
via gqrds
Komunitas Living With Love Gelar Acara Charity For Children

IBC, JAKARTA – Komunita Living with Love (LWL) kembali menggelar acara Charity (penggalangan dana – red) dengan mengusung tema Charity For Children.
Dalam kegiatan kali ini LWL menggandeng 2 orang Musisi Tanah Air ternamaberaliran Reggae yaitu Bastian Cozy dari Cozy Republik dan Denny Frust.
Selain itu juga dimeriahkan pula oleh Band Musisi Lesehan (Mules) Reborn serta Panca Atis Selaku Stand Up Komedian.
Ivan Lepay sebagai organizer pelaksana mengatakan hasil Charity ini semuanya akan diserahkan kepada LWL untuk membantu meringankan anak-anak penderita kanker dan tumor.
“Semua hasil Chirity, kita akan serahkan ke LWL.” katanya saat membuka Charity, yang juga diamini Bang Ireng.
Denny Frust mengatakan bahwa selayaknya manusia harus dapat memanusiakan yang lainnya
“Manusia harus bisa memanusiakan manusia yg lainnya dan semoga Acara ini dpt menjadi pemicu pergerakan serupa di Indonesia dan akan terus berlanjut untuk membantu sesama.” ujar Denny Frust kepada wartawan Indonesia Berita usai acara.
Senada dengan Denny Frust, Bastian Cozy dr Cozy Republik pun memiliki harapan besar agar acara tersebut terus berlanjut guna menggugah sahabat-sahabat lainnya
“Semoga acara ini terus berkelanjutan dan semoga sahabat sahabat di luar sana pun tergugah dan ikut bergabung dalam membantu sesama, dan melalui acara ini pula semoga kita semua dpt mengerti arti Hidup dan dapat bersyukur atas seluruh Anugrah yg di berikan oleh Allah SWT.” tegas Cozy.
Acara yang di buka pada pukul 15.00 WIB terbilang cukup sukses karena dipadati oleh pengunjung yang berwisata di Kota Tua dan para Komunitas Musik Regaea serta SKA
Kemudian acara ditutup pada pukul 21.00 WIB berhasil dan sangat memuaskan. Seluruh hasil donasi diserahkan sepenuhnya oleh Bang Ireng selaku sesepuh dari Musisi Lesehan Reborn kepada Bendahara Komunitas LWL, yang nantinya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang ada dalam Pelayanan Komunitas.
Penulis : Debora
Editor : YES
from Indonesia Berita http://bit.ly/2IDSngj
via gqrds
Minggu, 23 Juni 2019
Wow Wakil Kesiswaan Keluarkan Murid Kelas 3 (Tiga) Tanpa Alasan, Begini Kronologisnya

IBC, KAMPAR – Luar biasa berbagai kebobrokan yang diduga telah terjadi di dalam lembaga pendidikan, khususnya dilembaga pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) 1 Perhentian Raja yang telah terjadi dalam Tahun Ajaran 2019.
Setelah mendapatkan informasi akan dugaan pungutan liar (pungli) yang diduga dilakukan pihak sekolah melalui Komite Sekolah sebesar Rp 503.000/siswa Flat (sama -red) kepada seluruh siswa dan atau Orang Tua siswa baru-baru ini.
Awak media kembali mendapatkan dugaan kebobrokan lainnya dari beberapa orang tua didik/siswa SMA N 1 Perhentian Raja, Sabtu (23/6/2019).
Dimana diduga pihak sekolah SMA N 1 Perhentian Raja Kabupaten Kampar melalui Rismayeni Wakil Kesiswa diduga telah mengeluarkan beberapa anak didik (Siswa) tanpa alasan yang jelas dan sepele serta diduga dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.
“Benar Pak (awak media – red), anak saya dikeluarkan dari SMA Negeri 1 Perhentian Raja Kabupaten Kampar.” ungkap narasumber yang nama dan identitasnya tidak ingin disebutkan oleh awak media.
Orang tua murid itupun langsung menceritakan kronologinya waktu itu saya dipanggil oleh ibu Rismayeni Wakil Kesiswaan SMA N 1 Perhentian Raja.Sesampainya disana baru duduk, ibu Rismayeni langsung mengatakan bahwa anak saya sudah tidak dapat diterima disini.
‘”Maaf pak,anak bapak sudah tidak dapat lagi diterima disini (SMA N1 Perhentian Raja Kabupaten Kampar – red), silahkan bapak pindahkan anak bapak kesekolahan lain.nanti kalau sudah dapat, akan kita keluarkan surat pindahnya..” beber nara sumber, sembari mengulangi perkataan Resmayeni Wakil Kesiswaan pada awak media Minggu (23/6/2019).
Saat dipertanyakan, apakah bapak mengetahui alasan dugaan pihak sekolah mengeluarkan anak yang diduga dilakukan pihak sekolah melalui Resmayeni selaku Wakil Kesiswaan SMA Negeri 1 Perhentian Raja ?
“Bagaimana saya bisa tahu, baru saja kita datang dan duduk beliau (Resmayeni – red) sudah langsung meminta kepada saya untuk mencari sekolahan baru untuk anak saya. Saya (Narasumber) hanya menanyakan dimana saya memindahkan anak saya buk?, ‘ Ada di Sungai Pagar, Kab.Kampar.” ungkapnya mengulangi penuturan Resmayeni.
Selanjutnya orang tua itu kembali menceritakan dengan rasa penuh kecewa, saya pun selaku orang tua langsung menuju salah satu SMA Negeri yang ada di Sungai Pagar, sebagaimana yang telah disarankan pihak sekolah, namun anak saya tidak dapat diterima dikarenakan anak saya telah duduk dikelas XII dan atau 3 (tiga) dan mencari sekolahan lain untuk anak saya di Kubang, lagi-lagi anak saya tak dapat diterima, melainkan salah seorang oknum sekolah yang ada di Kubang meminta anak saya untuk tetap sekolah dan masuk mengikuti proses belajar di SMA Negeri 1 Perhentian Raja.
“Suruh aja anak bapak masuk dan ikuti proses belajar mengajar disana seperti biasanya, karena anak bapak sudah kelas XII/ kelas 3 (tiga) tak dapat dipindahkan apa lagi diberhentikan. Kalau pihak sekolah tidak dapat menerima, bawa aja wartawan kesana..” tuturnya lagi yang mengulangi penuturan serta saran yang telah diterimanya kepada awak media.
Ketika ditanya apakah sudah menjumpai dan menanyakan nasib yang menimpa anaknya kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Perhentian Raja Mahsus?
“Sudah, saya mendatangi Pak Mahsus di rumah kediamannya di Kuntu Kabupaten Kampar hingga hingga pukul 12 malam.” ceritanya.
Dirinya melanjutkan sesampai dirumahnya, saya meminta bantuan serta solusi biar anak saya tetap sekolah dan ataupun selusi lainnya, agar anak saya dapat menyelesaikan sekolah dan mendapatkan Ijazahnya.
“Nanti saya bantu untuk mencarikan sekolahnya.” lanjut narasumber sambio mengulangi penuturan Kepala Sekolah yang telah disampaikan kepada dirinya pada awak media.
Terakhir orang tua siswa itu mengatakan janji yang dikatakan Mahsus sampai saat ini rudak terpenuhi akhirnya dirinya telepon Resmayeni namun tidak dijawab atau mengangkat telepon.
“Anak saya tidak dapat lagi menduduki bangku sekolah hingga tamat seperti teman-teman sekolah anak saya lainnya, kurang-lebih 6 bulan sebelum pelaksanaan Ujian Akhir.” tutupnya dengan penuh kekecewaan.
Penulis :Ismail
Editot : YES
from Indonesia Berita http://bit.ly/2KxHnmP
via gqrds
Dikontrak Lima Tahun, Musisi Asal Blora, Jawa Tengah Tembus Industry Musik Malaysia

IBc, JAKARTA – Bak kata pepatah, berakit-rakit dahalu bersenang-senang kemudian, beginilah kisah singkat menggambarkan perjuangan musisi muda asal Indonesia dari Kabupaten Blora Jawa Tengah. Pasalnya kata Vicky, mulanya ia ditolak oleh industry musik Malaysia hingga tiga kali. Namun hal itu tak membuatnya berputus asa.
Meski demikian, pada akhirnya perjuangan Vicky tak sia-sia, kini pemuda milenial ini dapat kesempatan untuk berkarya di negeri Jiran dengan kontrak lima tahun lamanya.
Begini Kisah Singkat Vicky Aditya Musisi Asal Kabupaten Blora.
Pria bernama lengkap Vicky Aditya yang memiliki hobi musik dan menciptakan lagu ini menyampaikan, bahwa sejak tahun 2016, ia telah masuk dapur rekaman. “Awal mula saya masuk recording, dimulai tahun 2016, memang pada dasarnya saya suka bermusik dan suka membuat lagu, saya suka belajar yang namanya musik,” ujar Vicky kepada Indonesia Berita, Minggu (23/6/2019) malam.
Vicky juga membeberkan riwayat singkat hidupnya, bahwa setelah lulus dari SMPN 1 Blora, ia pindah ke Jakarta untuk menekuni dunia musik.

“Saya menekuni dunia musik sejak tahun 2017, sebelumnya saya juga pernah bekerjasama dengan indie label di Jakarta cancer record dan merilis dua lagu secara indie,” ucap pria yang suka belajar ini.
Lebih lanjut Vicky menyampaikan, bahwa lagu demi lagu ia ciptakan, sebab kata Vicky, sayang jika hanya tertulis dikertas, lebih baik membuatnya menjadi lagu. “Mulai dari sini saya mengerjakan lagu dan aransement sendiri, sampai benar-benar jadi lagu yang bagus,” imbuh pria yang beralamat di Desa Sambeng, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini.
Tahun 2017 Vicky mulai mengikuti acara mini consert di Bandung, “di situlah saya bertemu dengan bapak Andrio Sinaga pemilik Indie Label Cancer Record dan menawari kerjasama,” ungkap Vicky.

Pria yang belajar dancer ini juga mengaku, bahwa sudah ada beberapa karyanya tercipta, setidaknya ada lima karya, empat di Indonesia dan satu di Malaysia.
Selain itu, Vicky juga memiliki mimpi besar di industri musik Indonesia dan Malaysia. Perjuangannya pun terus dia lakukan agar bisa diterima sebagai musisi.
“Proses saya bisa masuk ke industri musik Malaysia tidak mudah, saya harus benar-benar memiliki kemampuan yang lebih di Malaysia. Saya sempat mengirim beberapa demo lagu ke label rekaman Malaysia dan sempat di tolak tiga label juga di Malaysia,” kenang Vicky.
Pada akhirnya sambung Vicky, “Saya memiliki ide membuat satu lagu, saya padukan musik Indo dan Melayu, setelah lagu jadi langsung saya kirim ke label rekaman lagi, dan alhamdulilah dengan karya saya ini label NAR RECORDS tertarik dan memberikan ruang berkarya di Malaysia buat saya, serta NAR RECORD juga berani mengontrak selama lima tahun,” tuturnya.
Vicky menambahkan, bahwa ia berharap single perdananya dapat diterima masyarakat luas di Indonesia dan Malaysia. Hal tersebut juga menjadi langkah pertamanya untuk bisa memperkenalkan budaya Blora dan Indonesia ke Malaysia.
“Saya akan coba berusaha terus untuk membuat karya yang terbaik agar bisa dicintai kalangan pecinta musik di Indonesia dan Malaysia dan saya ingin membanggakan tempat kelahiran saya Blora,” tutup Vicky.
Editor : MAS
from Indonesia Berita http://bit.ly/2ICeeEH
via gqrds
