Berita Indonesia

Berita Seputar Kejadian Peristiwa yang Terjadi Di Tanah Air Indonesia NKRI

Copyright BERITAINDONKRI

Hot

Post Top Ad

Jumat, 05 Juli 2019

Diduga Rugikan Negara 1 Milliar, Proyek Lampu Hias Dibidik Kejaksaan

Juli 05, 2019 0

IBC, TALAUD – Lagi-lagi, proyek di Kabupaten Kepulauan Talaud menjadi sasaran tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Kepuauan Talaud (Kejari Talaud).

Salah satu proyek yang diduga telah merugikan negara dengan nilai yang cukup fantastis itu, adalah dugaan korupsi Pengadaan Lampu Hias tahun 2014 di Dinas Pertamanan, Kebersihan, dan Pasar Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Tim Jaksa Penyidik mengindikasikan, kerugian negara dalam proyek tersebut, ditaksir mencapai 1 Milliar Rupiah.

Kepala Kejaksaan n Kepulauan Talaud, Agustiawan Umar mengatakan, pihaknya sedang mendalami kasus tersebut dan telah melakukan ekspose (gelar perkara – red) bersama Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara (BPKP Sulut).

“Dugaan sementara, proyek tersebut menyebabkan kerugian negara sekira Rp. 1 Miliar Rupiah,” ungkap Kajari, Kamis (4/7/2019) kemarin.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Indonesia Berita melalui WhatsApp pada Kamis (4/7/) kemarin, diketahui bahwa dua hari sebelumnya, tim Jaksa Penyidik Kejari Kepulauan Talaud yang dipimpin Kajari Talaud, Agustiawan Umar, telah melaksanakan ekspose atau gelar perkara bersama BPKP Sulut di Manado.

Gelar perkara tersebut, berlangsung di ruangan Kepala Bidang Investigasi BPKP Sulut, tepatnya pada Rabu (3/7/2019).

Eksposa perkara disampaikan langsung oleh Tim Penyidik Kejari Talaud, yakni Plh Kasi Pidsus Boby Selang didampingi Kasi Datun Ivan Bermuli.

Berdasarkan hasil gelar perkara tersebut, Kejari Kepulauan Talaud memastikan akan mendalami kasus ini termasuk menyasar keterlibatan sejumlah pihak terkait lainnya.

“Atas kasus tersebut, BPKP Sulut telah memberikan catatan kepada tim penyidik untuk melakukan pendalaman penyidikan, yakni meminta melengkapi dokumen bukti surat serta minta ke tim penyidik mendalami juga atas keterlibatan pihak lain,” pungkas Kajari.

Awal mula kasus dugaan korupsi ini muncul, setelah pihak Kejari Kepulauan Talaud sering mendapatkan laporan dari masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud, tentang adanya pihak-pihak yang bermain dalam proyek tersebut.

Editor : YES



from Indonesia Berita https://ift.tt/2JeR7An
via gqrds
Read More

Warga Bunut Heboh! Setelah Digali Ternyata Ada Mayat Pria Tanpa Busana

Juli 05, 2019 0

IBC, PELALAWAN – Penemuan mayat diduga korban pembunuhan ditemukan hari ini oleh pihak Kepolisian Sektor (Polres) Bunut, Jum’at (5/7/2019) sekitar pukul 14.09 wib.

Kapolsek Bunut AKP Ben Hardi membenarkan adanya penemuan mayat dibelakang rumah milik warga Desa Petani Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

“Iya benar tadi siang sekitar jam dua siang kita lakukan pembongkaran, Dan ternyata ditemukan mayat pria.” jelas Benhardi kepada Biro Indonesia Berita ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya Jum’at (5/7/2019) sore.

Berawal dari informasi warga setempat yang melaporkan adanya gundukan tanah dibelakang rumah milik seorang warga, akhirnya Polsek Bunut langsung turun ke lokasi kejadian dan lakukan penggalian.

Namun identitas korban belum diketahui apakah korban merupakan warga setempat atau tidak, dan penyebab kematian korban masih dalam Lidik menunggu hasil otopsi pihak kepolisian.

“Kita belum pastikan korban ini dibunuh atau tidak, kita bawa mayat ke rumah sakit Bhayangkara Pekanbaru guna dilakukan otopsi.” jelas Benhardi.

Editor : YES



from Indonesia Berita https://ift.tt/2L3EN8w
via gqrds
Read More

Rapat Koordinasi Bersama Presiden, Walikota Tomohon Ajak Jokowi Untuk Datang Diacara TIFF.

Majukan Pariwisata Di Sulut, Jokowi Tekankan Pentingnya Kerja Terintegrasi

Hari Pertama Sebagai Ps.Kapolsek Medan Helvetia Pimpin Apel Pagi

Juli 05, 2019 0

IBC, HELVETIA – Kompol Pardamean Hutayan sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Medan Helvetia di hari pertamanya langsung mengambil Apel Pagi serta memperkenalkan diri  kepada Personil Polsek Medan Helvetia, Jumat (5/7/2019) sekira pukul 09.00 wib.

Saat pelaksanaan Apel pagi, Kompol.P. Hutahayan didampingi oleh Trila Murni.yang mana sebelumnya sebagai Kapolsek Medan Helvetia.

P. Hutahayan dihari pertamanya sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Medan Helvetia memgatakan dirinya ditunjuk pimpinan sebagai pejabat sementara Kapolsek Medan Helvetia dan juga menjabat Wakasat Narkoba Polrestabes Medan.

“Saya Kompol.Pardamean Hutahayan.saat ini ditunjuk oleh Pimpinan sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Medan Helvetia yang mana Saya juga menjabat Wakasat Narkoba Polrestabes Medan.” katanya.

Selanjutnya P. Hutahayan menambahkan sebagai pejabat sementara Kapolsek Medan Helvetia akan meneruskan kebijakan Kepolsek sebelumnya Trila Murni.

“Saya sebagai Pejabat Sementara Kapolsek Medan Helvetia akan meneruskan kebijakan Kapolsek Medan Helvetia,yang sebelumnya di jabat oleh Bunda Hj.Trila Murni yang saat ini berdampingan sama saya dan hadir di tengah-tengah kita. Saya harapkan kebijakan Kapolsek yang lama, kita pertahankan yang selama ini berjalan sudah baik namun akan lebih baik lagi. KKita tingkatkan dan daya harapkan juga nantinya kita saling bekerjasama untuk kedepannya.” tambahnya.

Pelaksanaan Apel pagi dihadiri oleh seluruh Personil Polsek Medan Helvetia,dan usai dari pelaksanaan Apel pagi dilanjutkan salam-salaman dan foto bersama.

Penulis : Rj Samosir

Editor : YES



from Indonesia Berita https://ift.tt/2Js2P9H
via gqrds
Read More

Titi Darurat Kembali Makan Korban Kali Ini Dump Truk

Juli 05, 2019 0

IBC, LANGSA – Kembali terjadi insiden hari ini (Kamis 4 Juli 2019 – red) pukul 13.00 Wib , kali ini di alami Mobil Dump Truck dengan Nopol BK 8333 YF bermuatan material tanah keras terguling hingga muatan material tumpah ruah ke dalam parit.

Kejadian ini disebabkan jembatan darurat mengalami patah di bagian tengah akibat beban muatan mobil dump truck yang tidak sesuai dengan daya tahan jembatan darurat tersebut.

Berdasarkan pantauan Indonesia Berita ketika tiba di lokasi kejadian, supir dump truck mengatakan tidak mengetahui kalau jembatan darurat tidak kuat menahan beban yang dibawanya.

“Saya dari Jalan Ahmad Yani terus masuk dari Gerbang jalan utama perumnas membawa material tanah untuk penimbunan rawa pada pembangun komplek perumahan di samping Sekolah Luar Biasa (SLB), tepatnya di depan Akper Cut Nyak Dhien, jujur saya katakan kalau saya memang tidak tahu jembatan darurat ini tak sanggup menahan beban yang saya bawa dengan mobil dump truck, setahu saya jembatan darurat itu kan pasti ada rambu-rambunya, berapa berat beban yang boleh di lalui kendaraan ketika melintas di atas jembatan.” ungkapnya.

Dirinya melanjutkan tidak akan menuntut cuma minta bantuan agar mobil dump trucknya bisa ditarik keluar.

“Saya secara pribadi tidak menuntut apa pun terkait kejadian ini, hanya saya meminta bantuan dari pihak rekanan untuk membantu saya, agar mobil dump truck ini bisa ditarik keluar dari atas jembatan darurat,soalnya jembatan darurat ini patah di bagian tengah ketika saya lalui, makanya mobil dump truck terguling ke samping, sekarang pun posisi bak sudah kosong, dikarenakan material tumpah semua ke dalam parit, saya bingung saat ini,tidak ada satu orang pun pekerja proyek di sini.” jelas supir dengan cemas kepada Indonesia Berita dilokasi.

Terkait insiden tersebut, PPTK proyek Iskandar lewat telepon selularnya mengatakan sydah mengetahui kejadianya tapi tidak bisa ke lokasi karena sedang sakit.

”Ya saya sudah tahu kejadian ini,akan tetapi posisi saya saat ini sedang sakit, jadi saya tidak bisa ke lokasi,tadi saya juga sudah menghubungi Kabid Cipta Karya serta Consultan pengawas untuk tinjau ke lokasi kejadian, yang herannya saya kenapa tetap di lintasi,kan bebannya terlampau berat,sudah tampak jelas jembatan daruratnya kecil,sementara beban yang akan melintas terlampau berat.” tukas Iskandar kepada  Indonesia Berita lewat telepon selulernya.

Terkait akan hal ini warga sekitar juga angkat bicara terkait kejadian ini,

“Eksiden di jembatan darurat ini sudah berulang kali,kemarin itu dua orang perempuan mengendarai sepeda motor tergelincir dari atas jembatan darurat,kedua perempuan beserta sepeda motornya langsung tercebur kedalam parit,kalau mobil sih sudah yang ke empat kalinya dengan hari ini”, terang salah seorang warga kepada Indonesia Berita.

Di tempat yang sama Indonesia Berita juga menjumpai salah satu perangkat Gampong (kampung – red) PB. Seulemak yang berada di lokasi mengatakan agar pihak terkait melaksanakan proyek ini agar lebih memikirkan kepada keselamatan peguna akses jembatan darurat ini.

“Setelah berulang kali eksiden yang terjadi terkait pelaksanaan proyek pembuatan Box Culvert yang sedang dilaksanakan ini, mengapa pihak-pihak terkait tidak melakukan atau berbuat yang lebih bijak agar exsiden hari ini tidak seharusnya terjadi lagi. Saya mewakili seluruh warga atau seluruh penguna akses jalan utama perumnas ini meminta kepada pihak-pihak terkait yang melaksanakan proyek ini agar lebih memikirkan kepada keselamatan peguna akses jembatan darurat ini, janganlah memandang sebelah mata dengan kejadian-kejadian ini karna bisa berakibat fatal dengan menelan korban jiwa nantinya.” jelas salah satu peeangkat Gampong.

Seharusnya, menurut dirinya perencanaan pembuatan Box Culvert ini harus lebih matang agar eksiden yang selama terjadi tidak seharus berulang secara terus menerus,misalnya lengkapi rambu-rambu di sekitar proyek atau langsung di tutup saja akses jalan ini untuk sementara sampai selesainya pekerjaan proyek ini.

“Masih banyak akses jalan lainnya untuk digunakan agar nantinya kedepan tidak terulang lagi,mumpung belum ada menelan korban jiwa.” tambahnya di lokasi kejadian.

Sebelumnya tanggal 22 Juni 2019 media Indonesia Berita juga menayangkan insiden jatuhnya warga kedalam parit jalan Utama Perumnas.

Penulis : Iqbal

Editor : YES



from Indonesia Berita https://ift.tt/2YwD9PP
via gqrds
Read More

Ketua DPRD Pessel Kepergok Bersihkan Toilet Sebuah Masjid di Kota Padang

Juli 05, 2019 0

IBC, PADANG – Dikala orang sibuk lalu lalang saat berwudhu untuk sholat magrib, terlihat lantai toilet dan tempat berwudhu terlihat kotor serta banyak pasirnya.

Tanpa babibu (pikir panjang – red), Dedi Rahmanto Putra yang juga Ketua DPRD, Kabupaten Pesisir Selatan secara spontan mengambil kain pel dan sapu untuk membersihkan toilet Masjid di salah satu Masjid di Kota Padang ketika hemdak menumpang sholat magrib disana, Kamis (4/7/2019).

Aksi bersih yang ia lakukan dilihat oleh warga, Beno Yanelta salah seorang jemaah mengatakan, saya awalnya tidak tahu kalau yang membersihkan toilet dan lantai wuduk Masjid tersebut seorang Ketua DPRD.

“Ini murni panggilan hati beliau dan bahkan jauh dari pencitraan. Sebab, kalau yang di lakukan ketua ini bukan di Masjid dimana ia bertugas. Tentunya ini contoh pemimpin yang merakyat”.ujarnya.

Saat ditemui setelah sholat magrib, Dedi Rahmanto Putra mengatakan, ini murni panggilan jiwa saya saat melihat lantai kotor dan banyak pasir di toilet dan tempat wuduk. Paparnya

“Untuk membersihkan rumah ibadah, tidak mesti jadi pengurus dulu, warga sekitar, jemaah atau bahkan garim Masjid. Namun, ini sudah tanggung jawab kita bersama.” ulasnya.

Ditanya soal malu sebab sebagai ketua dewan, dengan lugas Dedi Rahmanto yang juga kandidat Bupati Pessel ini menjawab Ketua Dewan itu sebuah kedinasan.

“Kalau Ketua DPRD itukan di kedinasan dewan, acara formal. Nah, disini saya sebagai masyarakat biasa,” jawabnya.

Jadi, imbaunya untuk kebersihan dirumah ibadah dan lingkungan tugas kita bersama.

“Andaikan ada kotoran yang menempel saat kita mau sholat, tentunya sholat kita tidak sah.” papar Dedi Rahmanto Putra.

Penulis : Fauzaki

Editor : YES



from Indonesia Berita https://ift.tt/2FQYImU
via gqrds
Read More

Stagnasi Pembangunan Sumatera Barat, Adalah Sebuah Kegagalan

Juli 05, 2019 0

Oleh :

Ferdy Andika 

IBC, SUMATERA BARAT – Membaca Sumatera Barat ibarat membaca lembaran-lembaran dalam buku. Kita membaca lembaran demi lembaran sampai tuntas, tapi mendapatkan kesimpulan yang sama dari setiap paragraf yang ada pada lembaran.

Begitulah kiranya saya melihat perkembangan Sumatera Barat beberapa tahun terakhir. Perjalanan Sumatera Barat beberapa tahun terakhir bisa dikatakan stagnan. Bahkan cenderung gagal dalam melihat dan mengembangkan potensi yang ada.

Pemerintah Sumatera Barat tidak mampu mengemas “produk lokal” menjadi sebuah peluang yang bisa dikembangkan.

Kita mesti menyadari, wilayah Sumatera Barat di dominasi oleh kawasan pertanian dan wisata. Pertanian adalah basis utama dari masyarakat Sumatera Barat. Sebagai contoh, Kabupaten Solok adalah kawasan pertanian dengan simbol “Bareh Solok”. Sebuah simbol filosofis yang mengambarkan kondisi dari masyarakat Solok.

Simbol tidak dibuat dengan pandangan dangkal. Melainkan sebuah kajian yang mendalam akan gambaran kehidupan masyarakat solok itu sendiri. Pertanyaannya, “majukah pertanian di Solok? “. Itu sampel kecil dari sebuah potensi pertanian.

Kedua perihal pariwisata, menilik wacana wisata halal yang sudah menuju kepada perda. Draft yang sudah dimulai dari tahun 2017, sampai hari belum juga rampung. Ada beberapa poin yang menarik dari isi draft tersebut yang di bahas. Antara lain pertama prinsip-prinsip pembangunan wisata halal seperti pembangunan masjid dan mushola. Kedua pengawasan industri yang merujuk kepada pengawasan makanan halal. Dan ketiga prinsip yang tidak melupakan local wisdom.

Pertanyaannya, mampukah regulasi dari wisata halal menyentuh kepada pokok persoalannya. Sebuah konsep yang tidak hanya berhenti pada wacana dan simbol-simbol. Apakah wisata halal yang disamakan dengan wisata religi itu sebuah konsep yang diterapkan hanya untuk masyarakat yang dalam artian penyedia prasarana dan produk saja? Dan bagaimana sikap bagi orang yang datang dalam berwisata halal atau religi.

Sampai hari ini, belum siapnya perda akan menambah perjalanan panjang dari percobaan pembangunan wisata Sumater Barat. Setelah perda selesai, barang tentu mempunyai waktu untuk menyosialisasikan kepada masyarakat agar paham dengan prinsip-prinsip yang ada dari wisata halal itu sendiri.

Lantas, bagaimana dengan tempat-tempat pariwisata yang belum memiliki penunjang. Bukankah ini masih pekerjaan lama yang belum tuntas dan dihadapkan dengan tantangan baru. Semoga saja “satu dua dayung tiga kali pulau terlampau”

Kesimpulan kecil yang bisa saya baca dari kondisi hari ini ialah, tenyata pemimpin sumatera hari ini tidak memiliki visi yang progresif. Hanya sebuah kemampuan menjalankan tanggung jawab birokrasi tapi belum visi perubahan.

Sumatera Barat adalah wilayah yang potensial. Pertanian dan pariwisata terbentang sepanjang wilayah kota dan kabupaten. Inilah potensi utama dari wajah Sumatera Barat.

Membaca Sumatera Barat mesti dari pikiran yang progresif. Potensi Sumatera Barat harus mampu menjadi solusi kemajuan pembangunan.

Penulis : adalah Sekretaris Jenderal Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Rantau Asal Sumatera Barat/ AMPERA SUMBAR

Editor : YES



from Indonesia Berita https://ift.tt/2YwD6n7
via gqrds
Read More

Terima Ormas Katolik, Moeldoko Sepakat Kuatkan Nilai Kebangsaan

Juli 05, 2019 0

IBc, JAKARTA – Pemerintah memandang serius persoalan berkembangnya paham radikalisme, terorisme, dan politik identitas di masyakarat, yang bahkan sudah menyusup luas ke lingkungan pendidikan, aparat sipil negara, dan bahkan kalangan TNI dan Polri.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima Forum Ormas Katolik di Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jum’at, 5 Juli 2019.

“Kalau bicara isu radikalisme, terorisme dan politik identitas, suara saya selalu tinggi. Saya tak pernah kendor dan betul-betul serius menangani isu ini. Jangan sampai Indonesia berada pada ‘point of no return’ dan kita meninggalkan warisan yang buruk pada ada anak cucu kita,” kata Moeldoko.

Panglima TNI 2013-2015 ini menegaskan, kita harus bekerja keras, dan menaruh ‘alert’ tinggi pada berkembangnya paham-paham tersebut, di antaranya dengan penekanan pada penguatan nilai-nilai kebangsaan.

“Ini situasi yang tak mudah. Menjaga demokrasi, tapi juga memperhatikan stabilitas agar tak kemudian jadi anarkis,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, wakil mantan Gubernur Lemhanas ini menyampaikan rasa terimakasih kepada berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk ormas Katolik, yang giat mendengungkan nilai-nilai kebangsaan.

“Saya tidak sangsikan teman-teman ormas Katolik punya semangat luar biasa dalam hal ini. Mari tumbuhkan kesadaran bersama di tingkat antar rumput untuk memerangi kebangkitan politik identitas dan intoleransi,” tegas Moeldoko.

Audiensi Forum Ormas Katolik dengan Kepala Staf Kepresidenan dipimpin Muliawan Margadana dari Komisi Kerawam KWI didampingi Ketua Presidium Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Hargo Mandiraharjo, anggota Dewan Pakar ISKA Agung Pambudhi (Dewan Pakar ISKA), anggota presidium ISKA Joanes Joka, Subiyanto dari Sekretariat Nasional Forum Masyarakat Katolik Indonesia, serta anggota presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Fibrisio Marbun.

“Kami berharap agar lima tahun ke depan pemerintah tegas mengantisipasi kegiatan-kegiatan bernuansa radikalisme, sehingga fondasi dasar kehidupan berbangsa bernegara dan juga pembangunan Presiden Jokowi membawa Indonesia menuju negara maju tidak diganggu oleh isu-isu ini,” tutur Subiyanto.

Sementara itu, Fibrisio Marbun menambahkan, PMKRI turut ambil bagian dalam menjaga keberagaman dan persatuan.

“Melalui gerakan #Kita_Indonesia, PMKRI mengajak seluruh elemen masyarakat memegang teguh persatuan dan kesatuan,” imbuh dia.

Topik lain dalam pertemuan ini yakni terkait pentingnya literasi kebangsaan, dukungan kepada pembentukan Badan Talenta Nasional, Badan Regulasi Nasional, Badan Riset Nasional serta harapan agar pemerintah mempersiapkan area industri UMKM yang kerap kesulitan mengakses regulasi.

“Pembangunan sumber daya manusia yang menjadi fokus Presiden Jokowi pada lima tahun ke depan sangat huge, luas dan komplek sekali tantangannya. Kita berharap dukungan semua pihak untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju dengan mengoptimalkan SDM unggul di dalamnya,” pungkas Moeldoko.

Editor : DR



from Indonesia Berita https://ift.tt/2FSLuG8
via gqrds
Read More

Bisa Hemat 26 Triliun, Kementan Temukan Biodiesel B-100 Berbahan Baku Kelapa Sawit

Juli 05, 2019 0

IBc, BOGOR – Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Momon Rusmono menyatakan bahwa hasil uji coba penggunaan Biodiesel B-100 yang dilakukan Kementan mampu mencapai jarak 13,1 kilometer/liter. Jarak tersebut lebih jauh jika dibanding solar yang hanya mencapai 9 kilometer/liter.

“Lebih dari itu, penggunaan B100 ini bisa menghemat devisa sebesar 26 triliun yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani sawit,” ujar Momon saat membuka Pertemuan Badan Koordinasi Humas di Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/7/2019).

Momon menjelaskan, penghematan ini bisa didapat dari substitusi impor solar yang selama ini cukup tinggi. Disisi lain, biodiesel juga mampu mengurangi pencemaran lingkungan karena rendah polusi dan berbahan baku kelapa sawit 100 persen.

“Kita sudah membuktikan dengan uji coba pada mobil-mobil dinas Kementan. Dari ujicoba ini, para sopir mengaku kualitas Biodiesel B100 sudah setara dengan DEX yang selama ini digunakan,” kata Momon.

Untuk itu, Momon berharap, ke depan penggunaan B100 ini dapat menjadi alternatif bahan bakar kendaraan. Apalagi, hasil riset dan uji coba Balitbang Kementan menunjukan adanya kesetaraan kualitas dengan minyak lain.

“Makanya, melalui forum ini kita harus mampu mengekspose lebih jauh lagi program-program pembangunan pertanian dan hasil-hasilnya kepada masyarakat antar lintas sektoral,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Kominfo, Bambang Gunawan menyebutkan bahwa penggunaan biodiesel B100 dapat berpengaruh pada kondisi ekonomi secara nasional.

“Harganya 40 persen lebih murah. Makanya penggunaan B-100 ini berpotensi menghemat devisa sebesar 26,66 triliun rupiah,” imbuhnya.

Selain itu, kata Bambang, penggunaan biodiesel juga lebih ramah lingkungan karena karbon monoksida (CO) yang dihasilkan 48 persen lebih rendah jika dibanding dengan penggunaan solar.

“Yang pasti, pemanfaatan biodiesel ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani sawit,” tutur dia.

Sebagai catatan, proses riset ini diawali pada pengembangan minyak nabati di tahun 2014. Saat itu, Kementerian Pertanian sukses menghasilkan bahan bakar B-20 yang selanjutnya disebut campuran 20 persen minyak nabati pada solar. Kemudian, Kementan berhasil mengembangkan B-30 hingga akhirnya bisa 100 persen menggunakan minyak nabati, tanpa campuran solar.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menambahkan, forum ini sangat bermanfaat untuk mendesiminasikan capaian dan program, karena menghadirkan para pejabat pengelola kehumasan pemerintah atau Government Public Relation.

Menurut Kuntoro, forum ini juga sekaligus upaya Kementan dalam mensosialisasikan berbagai program, capaian dan tantangan dalam pembangunan pertanian secara langsung kepada stakeholders.

“Biodiesel B100 memiliki prospek untuk memecahkan masalah terkait pengembangan industri kelapa sawit, penyejahteraan petani dan penyediaan energi terbarukan,” pungkasnya.

Editor : DR



from Indonesia Berita https://ift.tt/2Jd7DAQ
via gqrds
Read More

Kamis, 04 Juli 2019

Berbekal Iseng Isi Liburan, Siswa SMP Ini Raih Best Performance di Singapura

Kejari Pelalawan Usut 3 Desa Terkait Dugaan Penggunaan Dana PPIDK 2015

Juli 04, 2019 0

IBC, PELALAWAN – Dugaan penggunaan Dana Program Percepatan Infrastruktur dan Kelurahan (PPIDK) tahun 2015 silam, tiga desa di kabupaten Pelalawan Provinsi Riau diperiksa oleh Kejari.

Pemanggilan tersebut terkait dugaan penggunaan dana Program Percepatan Infrastruktur dan Kelurahan (PPIDK) tahun anggaran 2015 lalu. Hal tersebut dibenarkan Kajari Pelalawan Nophy T. Suoth ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Rabu (03/07/2019) lalu.

“ia kita lagi lakukan proses penyelidikan, hari ini tim ahli dari dinas PU turun kelapangan untuk menghitung berapa volume jaringannya,” jelas Kajari.

Ketiga kepala desa yang dipanggil tersebut yaitu Kades Tanjung Air Hitam Kecamatan Kerumutan, Kades Pangkalan Panduk Kecamatan Kerumutan dan Kades Merbau Kecamatan Bunut.

Sementara itu Kasi Intel Kejari Pelalawan pada Kamis (4/7) menyebut untuk hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh ahli, baru akan keluar beberapa minggu ke depan.

“Kita tunggu hasil pemeriksaan dari tim Ahli dulu,” terang Kasi Intel Kejari Pelalawan kepada Biro Indonesia Berita melalui WhatsApp pribadinya.

Editor: MAS



from Indonesia Berita https://ift.tt/2L0yRwX
via gqrds
Read More

BMKG Imbau Waspada Pergeseran Musim Hujan

Juli 04, 2019 0

IBC, TERNATE – Badan Meteorologi Krimatologi dan Geofisika (BMKG), stasiun meteorologi kelas 1 Sultan Babullah Ternate. menghimbau masyarakat antisipasi pergeseran musim.

Justia Kalesong dari BMKG kelas satu Sultan Babullah Ternate mengatakan perkiraan cuaca di Maluku Utara kondisi cuaca selama terjadi hujan dengan intensi ringan sampai dengan lebat karena wilayah Malut terdapat sirkulasi atau belokan angin yang berpusat di Malut.

“Di wilayah Halmahera Utara (Halut), yang menyebabkan potensi adanya perkumpulan masak udara. Khususnya Malut sehingga mengakibatkan pertumbuhan awan-awan yang terjadinya hujan, biasanya terjadi hujan ekstrim berada di Galela , Morotai, dan juga Maba,” ungkap Justia.melalui rilisnya yang diterima Redaksi Indonesia Berita di Ternate, Kamis (4/7/2019).

Selanjutnya Justia mengatakan untuk Kota Ternate sendiri terjadinya hujan dengan potensi intensitas ringan dan sedang

“Untuk angin sendiri berkisar antara 5 hingga 15 not. Namun, gelombang cuaca buruk atau hujan lebat sangat mempengaruhi kondisi fisibilitas, atau jarak pandang mendatar maupun tinggi gelombang dengan angin kencang, duakali ketinggianya gelombang sampai 0.5 hingga 2 meter, terlebihnya di wilayah kepulawan Sula dan Taliabu,.” sebutnya.

BMKG menghimbaukan kepada seluruh masyarakat Malut agar tetap waspada sesuai informasi melalu BMKG.

“Karena Malut 2019 terjadi perubahan atau pergeseran musim hujan di Juni-Juli,” harapnya

Penulis : Amry

Editor : YES



from Indonesia Berita https://ift.tt/2XlGG6O
via gqrds
Read More

Talud dan Akses Jalan Wisata Tobololo Siap Tuntas Juli 2019

Juli 04, 2019 0

IBC, TERNATE – Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate siap tuntaskan tahapan pekerjaan pembuatan talud hingga akses jalan masuk menuju distinasi wisata pantai Tobololo sempat mandeg (macet -red) bulan Juli tahun ini.

Lurah Tobololo Bakar Kasim, mengatakan bahwa proyek tersebut dikerjakan dari Tahun 2018.

“Proyek yang dikerjakan sejak 2018 lalu ini berada dilingkungan RT 04 RW 02, kelurahan Tobololo Ternate Barat,dengan total anggaran sebesar, 145 juta ini bersumber dari Dinas kelautan dan Perikanan (DKP),” jelas Bakar saat ditemui diruang kerjanya, Rabu, (3/7/2019).

Selanjutnya Bakar mengatakan total anggaran tersebut sudah diberikan langsung ke warga Tobololo untuk mengerjakan sejumlah item fisik.

“Mulai dari pekerjaan jalan masuk ke lokasi destinasi wisata, talud hingga pembebasan lahan perkuburan. Saat ini, pekerjaan sudah memasuk tahap III.” lanjutnya.

Lebih lanjut Bakar juga mengatakan total anggaran 145 juta dicairkan secara bertahap.

“Di tahap pertama, pencairan pada April sebesar 20 juta, sedangkan pencairan ditahap kedua pada Juli sebesar 26 juta 2018 lalu,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan kalau untuk tahap III, belum ada pencairan dari DPK.
Praktis total anggaran pekerjaan fisik yang sudah dicairkan sebesar 46 juta rupiah.

“Saya tidak bisa berikan banyak komentar karena anggaran tersebut melalui DKP. Sekarang sudah masuk tahap lll dan belum ada pencairan anggaran.” jelas Bakar.

Tidak hanya itu, bahkan kata Bakar sempat ada keluhan dari masyarakat.

“Sempat ada keluhan dari masyarakat namun saya sudah memberitahukan anggaran tahap ke lll akan segera dicairkan. Namun belum bisa dipastikan kapan cairnya, apabila anggaran tersebut sudah dicairkan maka akan dipercepatkan, dan masyarakat bisa melanjutkan pekerjaan.” tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate, Ruslan Bian mengatakan pekerjaan tersebut akan di kerjakan pada bulan Juli.

“Pekerjaan itu dianggaran di dipa pada triwulan tiga, kami akan memulai di bulan juli tahun ini, Kalau triwulan pertama dari Januari, Februari, Maret dan Triwulan dua, April, Mei, Juni, sedangkan triwulan tiga, Juli, Agustus, September,” pungkas Ruslan kepada Indonesia Berita ketika dikonfirmasi via telepon, Kamis (4/7/2019).

Lebih Lanjut Kadis mengatakan dalam melakukan kegiatan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ternate, mengacuh sesuai RKA.

“Jadi kita tidak bisa melaksanakan pekerjaan yang prosedur keuangannya tidak bisa kita paksakan di awal, karena dari sistem penganggaran, triwulan tiga masuk pada tahun 2019. Kalau di paksakan pada, maka akan masuk temuan, dan di pertanyakan duitnya di ambil dari mana sedangkan anggarannya di cairkan pada triwulan tiga,” jelas Ruslan.

Dia berharap kepada masyarakat Tobolol dan sekitarnya yang menggunakan akses jalan agar bersabar.

“Untuk itu kita harus mengkuti mekanisme, prosedur yang berlaku , kami berharap masyarakat yang menggunakan jalan itu bersabar, karena kami akan maksimalkan pada bulan Juli tahun Ini,” tutup Ruslan.

Penulis : Amry

Editor : YES



from Indonesia Berita https://ift.tt/2JlxG7Y
via gqrds
Read More

Sosialisasi PP No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor, Ini Tujuannya

Juli 04, 2019 0

IBC,TOMOHON – Sosialisasi PP No 20 Tahun 2001 ke perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dilaksanakan di rumah dinas (Rudis) Walikota Tomohon, Kamis (4/7/2019).

Kegiatan ini dilakukan oleh Bagian Hukum Setda Kota Tomohon dalam pemaparan yang disampaikan oleh Kabag Hukum Denny Mangundap tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) serta untuk mewujudkan pemerintahan yang bebas dan bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Tujuannya untuk meningkatkab pemahaman dan integris ASN demi terwujudnya pemerintahan yang bebas dan bersih.” jelas Denny.

Selanjutnya Walikota diwakili Asisten Administrasi Umum Lily Solang mengatakan melalui sosialisasi ini dapat merubah mindset ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan prinsip zero gratifikasi pungutan liar namun tetap mengutamakan pelayanan prima.

“Terwujudnya fungsi pembinaan dan pengawasan yang efektif serta berintegritas dalam melaksanakan tugas pokok masing-masing di lingkungan Pemkot Tomohon.” ungkap Lily.

Turut hadir dalam acara sosialisasi adalah para pejabat Eselon II, III Pemkot Tomohon bersama para Direktur PD, para lurah, serta petugas front office yang bertugas di Wale Kabasaran Tomohon.

Penulis : Petra Santoso

Editor : YES



from Indonesia Berita https://ift.tt/2Ja3TAj
via gqrds
Read More

Nakhoda Kapal Nelayan Tewas Ditangan ABKnya

Juli 04, 2019 0

IBC, MERANTI – Seorang nakhoda kapal nelayan, warga asal Desa Tanjung Medang Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti, yang saat ini mengantongi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Tanjung Balai Karimun, tewas mengenaskan di tangan anak buah kapal (ABK)nya sendiri.

Kejadian tetjadi di perairan laut Marauke Papua, saat kapal sedang melakukan sandar namun kronologis kejadiannya sampai saat ini belum diketahui secara jelas.

Seperti yang dituturkan Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjung Medang, kejadian itu benar adanya.

“Benar adanya kejadian tersebut, tetapi kami baru mendapat informasi kematiannya saja, tidak di sampaikan juga kepada kami punca kejadian tersebut. Apa lagi korban saat ini sudah pindah secara keadministrasiannya ke Karimun. Bahkan kabarnya jenazahnya juga akan di pulangkan ke Karimun”. jelas Yatno ketika dihubungi Indonesia Berita melalui telepon selularnya, Kamis (4/7/2019) pagi.

Hal senada juga diakui oleh, Ketua Lembaga Kerukunan Antar Nelayan Pesisir dan Ketua Koprasi Nelayan Pesisir Kababupaten Kepulauan meranti, Ajis yang kebetulan sedang berada di Merauke dan Papua dalam memantau perkembangan nelayan setempat.

“Benar adanya kejadian tersebut, yaitu perkelahian sesama didalam satu kapal. Dan dengan peristiwa ini kita minta Pemerintah Kabupaten/kota, khususnya Kepulauan Meranti, melalui Dinas Perikanan, agar lebih di optimalkan tentang asuransi, supaya mudah dalam pengurusan”. kata Ajis.

Ajis menerangkan dengan adanya kejadian semacam ini kepada seluruh nelayan untuk saling berhati-hati. Selain itu kepada seluruh nelayan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti harus mempunyai identitas diri yang jelas, seperti kartu nelayan atau program KKP perikanan pusat yaitu Kusuka dan asuransi diri.

“Hal itu sangat berguna dan penting bagi para nelayan apabila ada kecelakaan diri di laut atau sedang bekerja. Dan saya siap membantu sebagai mediator ke Pemerintah setempat. Dan banyak saya temukan di lapangan para nelayan kita tidak mengantongi kartu nelayan dan asuransi.” terangnya lagi.

Terakhir dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten punya data base yang valid tentang nelayan kita dan harus menggunakan sistem jemput bola.

“Jika perlu ke masyarakat tentang pentingnya identitas diri para nelayan tersebut.” tutup Ajis.

Masih kata Ajis bahwa pelaku pembacokan tersebut saat ini masih dalam pencarian pihak berwajib setempat.

“Pelaku sempat melarikan diri setelah melakukan pembacokan, karena kejadian disaat kapal sedang berada tidak jauh dari daratan.” katanya.

Penulis : Noeradi

Editor : YES



from Indonesia Berita https://ift.tt/2Xs8HK8
via gqrds
Read More

Tanggapan FORMASI Riau Atas Penahanan Penebang 4 kayu Diatas Lahan HGU.

Juli 04, 2019 0

IBC, PELALAWAN – Dua Orang warga Desa Tanjung Beringin Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan AR dan BY, saat ini mendekam di Sel Tahanan Mapolres Pelalawan semenjak 12 Juni 2019.

Kedua warga ini dilaporkan oleh salah satu perusahaan yang merasa oknum ini sudah melakukan penebangan kayu di lokasi milik perusahan tersebut.

Berdasarkan keterangan kepala Desa Tanjung Beringin Syafri, dua orang warganya ditahan di Polres Pelalawan atas laporan pihak perusahan PT Musimas yang beroperasi di sekitar desa tanjung beringin.

“Dua warga kami ditahan di Polres Pelalawan.” jelas Syafri.

Dikatakan Kades Syafri juga, setau saya pihak perusahan juga tidak pernah mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa lahan itu merupakan lahan Perusahan mereka.

“Mereka (PT Musimas – red) tidak pernah mensosialisasikan kepada masyarakat kalau itu lahan mereka.” katanya.

Lebih lanjut kades disana seperti yang dikutip dari media RiauSindo menilai warga tidak mengetahui bahwa hutan itu masuk HGU Perusahaan.

Atas kejadian tersebut, Direktur Formasi Riau, Nurul Huda meminta penyidik yang menangani perkara ini untuk bijaksana dalam mengusut dugaan tersebut.

“Kami dari Formasi Riau akan memantau kasus ini secara serius. Kami ingin keadilan dalam penegakan hukum harus sama untuk seluruh warga negara.” tegas Nurul Huda melalui rilisnya yang diterima Indonesia Berita Biro Pelalawan, Kamis (4/7/2019).

Editor : YES



from Indonesia Berita https://ift.tt/2Jb736X
via gqrds
Read More

Rabu, 03 Juli 2019

Facebook dan Instagram Minta Maaf Lewat Twitter

Juli 03, 2019 0

IBC, JAKARTA – Terkait downnya instagram dengan tidak dapat mengunduh atau mengirim foto/gambar dan video pihak instagram meminta maaf.

“Kami meminta maaf terhadap masalah yang terjadi dan akan segera memperbaiki dalam waktu yang cepat sehingga dapat kembali normal.” rilis Instagram melalui akunnya @ instagram di Twitter, Rabu (3/7/2019).

Baca juga:

Namun hingga Kamis (4/7/2019) dinihari WIB trouble dalam mengunduh foto/gambar dan video masih saja terjadi di Instagram.

Hal yang sama juga teejadi pada Facebook yang juga tidak dapat mengunduh foti/gambar dan video.

Baca juga:

Facebook juga menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial Twitter pada Rabu 2 Juli 2019 malam.

Hingga berita in tayang kedua aplikasi Facebook dan Instagram ditambah dengan WhatsApp maih terkendala dalam mengunduh foto/gambar dan video.

Penulis : Fitra

Editor : YES



from Indonesia Berita https://ift.tt/3073iF6
via gqrds
Read More

WhatsApp dan Instagram Down, Netizen ke Twitter

Kepala BPBJ Setda Malut Bantah Tudingan Inprosedural

Juli 03, 2019 0

IBC, TERNATE – Kepala Biro Pengadan Barang Jasa Setda Provinsi Maluku Utara, Saifuddin Djuba membantah tudingan yang dialamatkan kepada dirinya, terkait proyek milik Pemprov Maluku Utara yang diduga tidak sesuai prosedur (Inprosedural) pada saat tender.

Saifuddin Djuba mengatakan bahwa yang dilakukan oleh pokja II sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Tentunya pokja II telah mengevaluasi sesuai mekanisme, tidak mungkin perusahan yang tidak memenuhi syarat dimenangkan,” tepis Udin sapaan akrab Saifuddin Djuba kepada Indonesia Berita saat di konfirmasi melalui telepon seluler, Rabu (3/7/2.19).

Selanjutnya Udin mengatakan jika ada perusahan merasa dirugikan silahkan mengajukan sanggahan.

“Jika perusahan merasa dirugikan, ada ruang sanggahan. Misalnya ada penetapan pemenang dilakukan Pokja II maka ruang sanggahan di berikan selam 5 hari kerja.” ujarnya.

Udin juga menambahkan, ada mekanisme jika sanggahan dimentahkan yaitu dilanjutkan dengan sanggahan banding.

“Ada tahapannya, jadi silahkan perusahaan yang dirugikan kalian sanggah, kalau dalam sanggahan itu dimentahkan pokja II maka perusahan silahkan lakukan sanggahan banding dan itu tertujuh ke pengguna anggaran yaitu kepala dinas Perkim Malut yang memutuskan hasil sanggahan itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Udin mengatakan jika ada proses yang dilanggar itu tidak benar, karena dirinya sudah bekerja sesuai dengan mekanisme yang berlaku dan tidak melakukan unsur KKN. Pokja Pemilihan dalam melakukan proses pemilihan Penyedia mengedepankan prinsip-prinsip Pengadaan, terbuka dan transparan

“Proses lelang dilakukan, silahkan orang bisa masuk semua orang bisa mengakses, dari tahapan pengumuman sampai penentuan kemenangan. Jadi sistem yang bekerja.” tutupnya singkat.

Editor : YES



from Indonesia Berita https://ift.tt/2RV6sc7
via gqrds
Read More

Post Top Ad